Honorer Pertanian Bantaeng Ditetapkan Tersangka Korupsi DAK Pertanian 2021

BERITA-INDO.id — Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng menetapkan FS seorang honorer di Dinas Pertanian Bantaeng sebagai tersangka kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik penugasaan bidang pertanian tahun anggara 2021. Dari anggaran Rp 6,6 Miliar, sebanyak Rp 290.800.000 anggaran dipotong.

FS dihadirkan dalam kegiatan konfrensi pers Kejaksaan Bantaeng, Kamis, 30 April 2024. Dia mengenakan jilbab berwarna merah muda lengkap dengan rompi berwarna merah bertuliskan tahanan tindak pidana khusus.

Bacaan Lainnya

Dalam konfrensi pers yang dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng, Satria Abdi mengatakan jika pihaknya menetapkan FS sebagai tersangka.

Dia merupakan tersangka susulan setelah sebelumnya, Kejaksaan Bantaeng menetepakan NQ seorang ASN di Dinas Pertanian Bantaeng.
FS merupakan mantan tenaga fasilitator di Dinas Pertanian Bantaeng pada tahun 2021.

“Hari ini kami kembali menetapkan satu lagi tersangka baru. Ini tenaga honorer tapi menerima gaji dari pemerintah daerah,” kata Satria Abdi.

Dalam kasus ini, Satria Abdi menyampaikan bahwa FS bekerjasama dengan tersangka NQ. Keduanya melakukan mufakat jahat dalam melakukan pemotongan anggaran yang diterima oleh Kelompok Tani penerima bantuan.

” Total jumlah uang yang dipotong sebesar Rp. 290.800.000., jumlah ini berdasarkan pengakuan dari Saksi dan Tersangka,” kata Satria Abdi.

Dalam perkara ini, tim penyidik telah mengumpulkan Keterangan 53 orang Saksi, Bukti Surat, Bukti Petunjuk dan adanya Barang Bukti uang yang telah disita sebesar Rp 36.100.000.

“Dalam berkas perkara ini apabila ada bukti yang baru, kemungkinan ada tersangka lain, sepanjang buktinya cukup,” jelas Satria Abdi.

Terhadap FS dilakukan penahanan Rutan Kelas II B Bantaeng selama 20 hari. Dengan ancaman hukum pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 Milyar.

Dalam kasus ini, sebanyak 36 Kelompok Tani (Poktan) wanita menerima bantuan. Bantuan kepada mereka bervariasi.

Dari anggaran Rp 6,6 Miliar, 15 Kelompom Tani mendapatkan bantuan pembuatan sumur tanah dalam, 12 kelompok tani mendapatkan bantuan pembangunan embung, 3 Kelompok tani dapat bantuan Pembangunan Long Storage dan tiga lainya mendapatkan bantuan Pembangunan Jalan Usaha Tani.(**)

Pos terkait